Bunda Aiko

Place 4 me to share....

Minggu, 27 September 2009

Jejak langkah rasa pada bumi

memonopoli asa hingga lelah tumbuhkan khayal menusuk tulang sampai kau ada

Ada lumrah ada amarah, ada gairah ada darah, hidup memang penuh tanya

Jangan kau bertanya pada bulan pada malam

lihatlah segaris cahaya dari celah kelopak mata dan kan kau temukan kehidupan

Memang ada yang tersamar

Mungkin kata termangu diri hingga bisu sunyi berteriak sesuka hati

Jawabnya kan hadir dalam suara sejuk oleh terpaan angin

sebelum hujan menembus diam-diam walau dalam 1/3 detik sisa waktu

Biar kata itu menakutkan, biar kata itu menjadi misteri

biar kata itu memutuskan jangan jauhi kesejukan

biarkan terhempas angin dingin menusuk tulang sumsum kalbu

hingga berlabuh di penghujung waktu

sTya, Inilah caraku sampaikan asa itu!

Minggu, 13 September 2009

luluh

luluh hati lagi satu kali
perciknya torehkan kasih
lebur noda luka mlm tadi

-aQ-

Jumat, 11 September 2009

fatamorgana....


dulu kala api-ku membara
kau padamkan dengan duka kata

sejuk itu lenyap
kini datar tak ada rasa

sayang terasa pergi
kasih sudah tak ada lagi

hinggap senyap di hati
hanya mimpi dan mimpi

yaa...
semua yang kalian lihat
adalah fatamorgana

-aQ-
12 sept 09


TENGAH MALAM

Terlelap dia sudah
lelah tadi siang
perlahan menguap terbang
mungkin melewati celah-celah
pintu kawat ke ruang gelap di belakang sana
lalu pergi menjauhi tubuh mungil gadis manis yang tak henti ku pandang sejak tadi

lihat... jemari tangannya mulai bergerak
kakinya menendang angin
kepalanya bergoyang cepat ke kanan ke kiri
hingga seluruh tubuhnya berpindah arah membelakangiku

ku tengok dia masih terlelap
tak lama suara melengking keluar dari bibirnya
menangis fikirku
matanya tetap terpejam walau tangisnya semakin kencang

dan hei..
ku lihat serangga kecil baru saja terbang.. gontai
meninggalkan pipi tembem yang membuat gemes setiap orang
oh sayang..
biar bunda sampaikan pesan untuk serangga kecil itu
"tolong.. jangan ganggu gadis mungilku"

-aQ-

TEORI BAHAGIA

Bahagia = Harapan < Kenyataan


Berbahagialah karena kamu memiliki keluarga yang penuh perhatian dan kasih sayang
--> jika 'bahagia' suamimu bukan pada dirimu dan dia terpaksa meninggalkanmu?

Berbahagialah karena kamu memiliki anak yang sehat dan penuh ceria
--> jika alam lebih mencintainya lalu membawanya pergi darimu?

Berbahagialah karena kamu memiliki sanak saudara, sahabat dan tetangga yang menyayangimu
--> jika fitnah menendangmu keluar dari kampung halaman dan menyeretmu ke tengah hutan... sendirian?

Berbahagialah karena kamu memiliki kesehatan lahir dan batin untuk dapat menikmati keindahan
--> jika kesehatan lahirmu hilang berganti dengan sakit keras yang berkepanjangan?

Berbahagialah karena kamu bisa berdzikir dan mengingat kebesaran Tuhan
--> jika kamu ternyata ingkar dan terus memaki Tuhan?

Berbahagialah karena Tuhan Maha Kasih dan Maha Pengampun
--> jika ajal memanggil sebelum taubat datang?

inilah saatnya kau berSEDIH kawan !!



sesungguhnya 'IMAN'... MUTLAK ada dalam teori KEBAHAGIAAN
karena IMAN yang dapat mengatur HARAPAN agar tetap lebih kecil atau sama dengan KENYATAAN

-aQ-
12 Sept 2009

Sabtu, 29 Agustus 2009

Berbagi Kasih

angin seraya tak henti berhembus
meski kadang panas meretas
laksana pasir terinjak ombak bergerak..
dalam kesejukan sunyi cuma dapat berbisik
aku sayang dalam hati..

-Dia-

dalam hati diapun terhenyak...
bergerak kala tersentuh kali pertama
pada panas hamparan pasir
pada debur ombak bertepi

-aQ-

Rabu, 26 Agustus 2009

diam ?

gelora panas yang meradang dalam jiwa ini seakan tak berarti
tampil di permukaan hanya sebagai percik keluh atas takdir Tuhan
haruskah kau diam ?
kala api asap panas tebal pekat menghujam perasaan
atau biarkan panasnya mengalir dalam tetes
harap 1/3 bebannya berkurang?

aQ
23:30
24 Agustus 2009

mbah

tak perlu ku susun naskah yang panjang
atau datangi seribu paranormal
cukup satu kata segaris senyum
dan tunduk paksa sisa kesabaran
hingga hadir dalam balutan dialog-dialog kata sampai dialog jiwa
lepaskan bulir-bulir perih sejarah
.. ucap kata yang sempat melegenda..
..mbah..

hmm.. mbah !!! masih utuh bersenyawa aku
kokoh dalam terpaan garangnya nyata
kamulah penyelundup cahaya melega
di sini.. di hati ini.. :)

21 januari 2009

ketika jauh darimu

kerja keras aku tahan air mata ini terjatuh
sepenuh jiwa aku paksa tubuh ini menjauh

tapi rindu mendesakku untuk datang dan memelukmu
hingga cinta berhasil menyanderaku untuk tetap satu.. dirimu

aQ
'sejak 30 Desember 2007 hingga saat ini'

angin

walau mengikuti gerakannya tanpa menjadi bagiannya adalah mungkin
tapi mengikuti gerakannya dan ingin menjadi bagiannya adalah omong kosong
karna setelah mengenal angin dengan segala geloranya.. dan masuk ke dalamnya..
keinginan dunia kan meRAJA

jejak sumpah dipaksa dilupa
indahnya terus ingin dinikmati
hingga terlena dan terhempas jauh..
jarak dan nyata

ck.. manusia
januari 05

ujian seni tari

berpakaian mereka selayak artis di panggung-panggung drama. mempersiapkan diri mengulang menghafal deretan dialog yang telah disusun dua bulan sebelumnya.. penuh peluh kulihat di sana.. pucat panik tak tertutupi lagi

saat itu kuputuskan tuk mendekat dan memeluk mereka satu persatu
tanpa kata

dalam dekapku.. seorang anak berucap "kita harus bagus ini untuk mba"
yang lainpun mengiyakan

ngilu terasa.. dan kata terima kasihpun terngiang hebat di kepalaku..

panggung drama kala itu terasa hangat
kulihat mereka menari bersuara memuaskan ratusan pasang mata
di balik panggung ku termenung
tak ku lihat mana yang salah dan mana yang lupa dengan tariannya
aku hanya mampu menikmatinya saja

tanpa sadar air mataku pun mengalir
saat ku katakan pada hati.. aku tak peduli dengan nilai dan kelulusanku
yang kupedulikan hanya senyum tawa mereka

dan.. di balik tirai itu
ku kecup kening mereka satu persatu

Selasa, 25 Agustus 2009

aku sayang sebelum kamu ada

bagai lilin yang menyala saat listrik padam
itu senyummu..

memohon dengan tangisan
berterima kasih dengan senyuman
ucap puas dengan tawa lepas tanpa beban
itu dirimu..

sensasi lembut saat menggendongmu
memberi keluasan batinku
kecup sayang dari bibir mungilmu
menentramkan jiwaku
ucap bunda darimu
leburkan gundukan bebanku

sayang.. tangan ajaibmu telah menyelamatkanku
bagai sihir yang menjadikan cinta ini mendarah daging di tubuhku
menjauhkan luka dan duka kenyataan dalam perjalananku

ingin aku segera memeluk dan berbisik di telinga kecilmu itu..
"bunda sayang kamu"

20 januari 2005

terimalah

sehabis bermain tertawa bersenda gurau dengan riangnya
kini berderet terbaring tanpa nama diselimuti luka dan duka

tangan mungil itu tak mampu lagi mencoret-coret buku gambar,
menyusun puzzle kesayangan, membuat warna dari balok-balok penuh warna
tak mampu lagi menarik-narik baju ibu guru tuk mendapat perhatian
tak mampu lagi disodorkan untuk digandeng diayun lembut penuh kasih
tangan mungil itu tak mampu lagi..
karna jiwa-jiwa suci si kecil telah pergi entah kemana
meninggalkan sedikit sisa senyum pada deretan wajah-wajah murung itu
oh.. sayang.. sungguh senyum manis kalian telah menyayat hati kami..!!
memporakporandakan bendungan air mata kami
ingin kami tumpahkan asa dalam dada yang penuh dengan cinta untukmu
ingin kami memeluk dan memberi segenap khayalan baru
hingga terbuka kembali kelopak matamu
menghapuskan dukamu.. menghilangkan lukamu..
ah.. mimpi..
kini hanya kata yang bisa kami sembahkan untukmu
tertuju pada Sang Pemilik.. ucap "terimalah"

26 Desember 2004

CUKUP

mungkin cukup, ucap hati pada tubuh ini
yang selalu bersama sepanjang perjalanan keluh kesah
bersama mengisi kebohongan di senggang pikiran
bersama memburu mimpi dengan terus membaca arah dalam hiruk pikuk ramai tawa
bersama berhura-hura dalam pedih desis ngilu kenyataan
bersama tersenyum sinis pada bagian hidup yang ternyata tak sejalan
hingga kemahaluasan dunia ini tak mampu lagi menahan tawanya pada kami
seolah berkata...
sadarlah detik demi detiknya telah menahun

lihat segenap arah perintah hati pada tubuh ini
sampai mampu hentikan penantian di persimpangan
dan kembali pada tangan-tangan yang tak kami sempatkan raih di waktu lalu
walau masih hati ucap sayang pada perih hari ini lewat detak jantung kami yang tertinggal
tapi kami kan terus telusuri undak-undakan mimpi dan jadikan ini kepingan
bagai patung-patung pahlawan dalam kotak kaca di bagian kota kami yang hilang

20 Januari 2005