Bunda Aiko

Place 4 me to share....

Sabtu, 29 Agustus 2009

Berbagi Kasih

angin seraya tak henti berhembus
meski kadang panas meretas
laksana pasir terinjak ombak bergerak..
dalam kesejukan sunyi cuma dapat berbisik
aku sayang dalam hati..

-Dia-

dalam hati diapun terhenyak...
bergerak kala tersentuh kali pertama
pada panas hamparan pasir
pada debur ombak bertepi

-aQ-

Rabu, 26 Agustus 2009

diam ?

gelora panas yang meradang dalam jiwa ini seakan tak berarti
tampil di permukaan hanya sebagai percik keluh atas takdir Tuhan
haruskah kau diam ?
kala api asap panas tebal pekat menghujam perasaan
atau biarkan panasnya mengalir dalam tetes
harap 1/3 bebannya berkurang?

aQ
23:30
24 Agustus 2009

mbah

tak perlu ku susun naskah yang panjang
atau datangi seribu paranormal
cukup satu kata segaris senyum
dan tunduk paksa sisa kesabaran
hingga hadir dalam balutan dialog-dialog kata sampai dialog jiwa
lepaskan bulir-bulir perih sejarah
.. ucap kata yang sempat melegenda..
..mbah..

hmm.. mbah !!! masih utuh bersenyawa aku
kokoh dalam terpaan garangnya nyata
kamulah penyelundup cahaya melega
di sini.. di hati ini.. :)

21 januari 2009

ketika jauh darimu

kerja keras aku tahan air mata ini terjatuh
sepenuh jiwa aku paksa tubuh ini menjauh

tapi rindu mendesakku untuk datang dan memelukmu
hingga cinta berhasil menyanderaku untuk tetap satu.. dirimu

aQ
'sejak 30 Desember 2007 hingga saat ini'

angin

walau mengikuti gerakannya tanpa menjadi bagiannya adalah mungkin
tapi mengikuti gerakannya dan ingin menjadi bagiannya adalah omong kosong
karna setelah mengenal angin dengan segala geloranya.. dan masuk ke dalamnya..
keinginan dunia kan meRAJA

jejak sumpah dipaksa dilupa
indahnya terus ingin dinikmati
hingga terlena dan terhempas jauh..
jarak dan nyata

ck.. manusia
januari 05

ujian seni tari

berpakaian mereka selayak artis di panggung-panggung drama. mempersiapkan diri mengulang menghafal deretan dialog yang telah disusun dua bulan sebelumnya.. penuh peluh kulihat di sana.. pucat panik tak tertutupi lagi

saat itu kuputuskan tuk mendekat dan memeluk mereka satu persatu
tanpa kata

dalam dekapku.. seorang anak berucap "kita harus bagus ini untuk mba"
yang lainpun mengiyakan

ngilu terasa.. dan kata terima kasihpun terngiang hebat di kepalaku..

panggung drama kala itu terasa hangat
kulihat mereka menari bersuara memuaskan ratusan pasang mata
di balik panggung ku termenung
tak ku lihat mana yang salah dan mana yang lupa dengan tariannya
aku hanya mampu menikmatinya saja

tanpa sadar air mataku pun mengalir
saat ku katakan pada hati.. aku tak peduli dengan nilai dan kelulusanku
yang kupedulikan hanya senyum tawa mereka

dan.. di balik tirai itu
ku kecup kening mereka satu persatu

Selasa, 25 Agustus 2009

aku sayang sebelum kamu ada

bagai lilin yang menyala saat listrik padam
itu senyummu..

memohon dengan tangisan
berterima kasih dengan senyuman
ucap puas dengan tawa lepas tanpa beban
itu dirimu..

sensasi lembut saat menggendongmu
memberi keluasan batinku
kecup sayang dari bibir mungilmu
menentramkan jiwaku
ucap bunda darimu
leburkan gundukan bebanku

sayang.. tangan ajaibmu telah menyelamatkanku
bagai sihir yang menjadikan cinta ini mendarah daging di tubuhku
menjauhkan luka dan duka kenyataan dalam perjalananku

ingin aku segera memeluk dan berbisik di telinga kecilmu itu..
"bunda sayang kamu"

20 januari 2005

terimalah

sehabis bermain tertawa bersenda gurau dengan riangnya
kini berderet terbaring tanpa nama diselimuti luka dan duka

tangan mungil itu tak mampu lagi mencoret-coret buku gambar,
menyusun puzzle kesayangan, membuat warna dari balok-balok penuh warna
tak mampu lagi menarik-narik baju ibu guru tuk mendapat perhatian
tak mampu lagi disodorkan untuk digandeng diayun lembut penuh kasih
tangan mungil itu tak mampu lagi..
karna jiwa-jiwa suci si kecil telah pergi entah kemana
meninggalkan sedikit sisa senyum pada deretan wajah-wajah murung itu
oh.. sayang.. sungguh senyum manis kalian telah menyayat hati kami..!!
memporakporandakan bendungan air mata kami
ingin kami tumpahkan asa dalam dada yang penuh dengan cinta untukmu
ingin kami memeluk dan memberi segenap khayalan baru
hingga terbuka kembali kelopak matamu
menghapuskan dukamu.. menghilangkan lukamu..
ah.. mimpi..
kini hanya kata yang bisa kami sembahkan untukmu
tertuju pada Sang Pemilik.. ucap "terimalah"

26 Desember 2004

CUKUP

mungkin cukup, ucap hati pada tubuh ini
yang selalu bersama sepanjang perjalanan keluh kesah
bersama mengisi kebohongan di senggang pikiran
bersama memburu mimpi dengan terus membaca arah dalam hiruk pikuk ramai tawa
bersama berhura-hura dalam pedih desis ngilu kenyataan
bersama tersenyum sinis pada bagian hidup yang ternyata tak sejalan
hingga kemahaluasan dunia ini tak mampu lagi menahan tawanya pada kami
seolah berkata...
sadarlah detik demi detiknya telah menahun

lihat segenap arah perintah hati pada tubuh ini
sampai mampu hentikan penantian di persimpangan
dan kembali pada tangan-tangan yang tak kami sempatkan raih di waktu lalu
walau masih hati ucap sayang pada perih hari ini lewat detak jantung kami yang tertinggal
tapi kami kan terus telusuri undak-undakan mimpi dan jadikan ini kepingan
bagai patung-patung pahlawan dalam kotak kaca di bagian kota kami yang hilang

20 Januari 2005